Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Optical Power Meter (OPM) dan Fungsinya dalam Dunia Fiber Optik

OPM atau Optical Power Meter adalah sebuah alat uji yang digunakan untuk mengukur secara akurat terhadap kekuatan sinya kabel fiber optik. OPM ini sendiri juga dapat membantu mengidentifikasi adanya kehilangan power pada kabel optik. 

OPM (Optical Power Meter) ini bisa juga di artikan sebagai alat pengukur daya optik yang mana alat ini dapat merangkaikan penguat terhadap sensor yang di kalibrasi pada kabel optik. Adapun sensor nya sendiri biasanya terdiri antara lain adalah semikonduktor yang berbasis Silikon (Si), Germanium (Ge) atau Indium Gallium Arsenide (InGaAs).

Opm

Unit tampilan alat ini juga nantinya menunjukkan power kabel optik yang diukur terhadap panjang gelombang yang sesuai dari sinyal optik.


Pengertian dan Penjelasan OPM (Optical Power Meter)

OPM ini sendiri mengkalibrasi panjang gelombang yang nantinya akan di ukur untuk menampilkan kekuatan sinya optik. Adapun sebelum diukur atau diuki atur panjang gelombang yang diperlukan secara otomatis maupun secara manual. Kalibrasi yang akurat sendiri dari panjang gelombang sinyal sangat diperlukan jika ingin mendapat kan hasil yang sangat akurat terhadap gelombang sinyal yang akan diukur.

Berbagai sensor-sensor yang ada pada alat ini tentunya memiliki karakteristika yang sangat berbeda terhadap masing-masing kegunaannya. Sebagai contoh, sensor Si cenderung pada tingkat kekuatan daya rendah yang mana hanya dapat digunakan pada pita 850 nanometer, sedangkan sensor Ge jenuh pada tingkat daya yang lebih tinggi, perlu diketahui bahwa memiliki daya yang super rendah tentunya menghasilkan kinerja yang cukup buruk. 

Untuk melihat dan menghitung kehilangan daya sendiri, tahap awal yang dapat dilakukan adalah dengan menyambungkan alat OPM ini ke perangkat transmisi kabel optik melalui kepala SOC nya atau melalui kincir optik kemudian silahkan diukur.


Cara Menggunakan Optical Power Meter

Kontrol daya optik yang tepat diperlukan untuk memastikan kinerja transmisi sinyal dalam jaringan fiber optik. Power nya pun tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Optical Power Meter (OPM) biasanya digunakan untuk menguji daya optik untuk pengukuran yang akurat. Tetapi bagaimana cara menggunakan pengukur daya optik? Posting ini menjelaskan komponen pengukur daya dan kemudian cara menggunakan pengukur daya optik.


Tombol Pengukur Daya Optik

Fungsi dan pengoperasian pengukur daya optik secara umum, pengukur daya optik memiliki empat tombol yang dapat digunakan yaitu tombol daya, tombol dBm / w, tombol REF, dan tombol kalibrasi. Fungsi dari tombol-tombol tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tombol Daya: Menghidupkan atau mematikan meteran daya.
  2. Tombol dBm / w: Beralih antara mode linier (mW) dan mode logaritmik (dBm).
  3. Tombol REF: Tekan tombol ini untuk mengatur daya terukur saat ini sebagai titik referensi.
  4. Tombol kalibrasi: Pilih panjang gelombang yang dikalibrasi. Panjang gelombang yang paling umum digunakan adalah 850 nm, 980 nm, 1310 nm, dan 1550 nm.

Demikianlah artikel Pengertian Optical Power Meter (OPM) dan Fungsinya dalam Dunia Fiber Optik, mudah-miudahan berguna bagi kalian semua.

Syahrul Ramadhan
Syahrul Ramadhan Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself.

Posting Komentar untuk "Pengertian Optical Power Meter (OPM) dan Fungsinya dalam Dunia Fiber Optik"